Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Sunday, December 11, 2011

Kisah Mengharukan, Pengorbanan Seorang Ibu

Kisah Mengharukan, Pengorbanan Seorang Ibu


Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA !!! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah. Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya. Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”.

“OH…”
Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”. Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.

Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.

Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.

Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.

Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan.

Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.

Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.

Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.

Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam!
Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri....  

[www.dikutip.com]

Hidup Begitu Indah Dengan Selalu Ikhlas Menjalani Hidup Dan Bersyukur

Hidup Begitu Indah Dengan 
Selalu Ikhlas Menjalani Hidup Dan Bersyukur


Kesibukan dan tekanan hidup seringkali membuat kita lupa bersyukur, yaitu berterima kasih atas segala karunia Tuhan YME. Sesunguhnya ada banyak hal berupa kemudahan dan anugrah luar biasa dari Sang Maha Pencipta yang kita terima setiap hari. Bila kita banyak bersyukur atas semua anugrah tersebut ini akan memberi berjuta manfaat dan menjadikan hidup ini sangat menyenangkan.

Manfaat syukur akan kembali kepada orang yang bersyukur, dan salah satunya adalah menjadikan hati ini lebih tentram. Sebab bersyukur sama dengan mengingat kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh Tuhan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang pandai bersyukur.

Dalam hal ini saya mengutip rilis dari sebuah media mengenai Michael Inzlicht, dari University of Toronto, yang telah melakukan beberapa penelitian bahwa mengingat Tuhan itu akan memberikan rasa tentram. “Memikirkan tentang hal yang religius akan membuat kita lebih tenang ketika kita dihadapkan dengan hal yang membuat stres seperti melakukan kesalahan,” katanya.

Orang yang selalu bersyukur adalah orang yang merasa dalam curahan karunia dan kasih sayang-Nya. Karenanya, orang yang selalu bersyukur itu selalu dapat berpikir bahwa segala sesuatu pasti memiliki manfaat positif di kemudian hari. Kalaupun ditimpa cobaan atau memiliki kekurangan, rasa syukur itu akan membantu dirinya kembali memperoleh semangat untuk menghasilkan karya yang inspiratif, mengalahkan tantangan, sukses, berprestasi, dan mencapai segala impian.

Bersyukur atas apapun realita hidup yang kita terima ini dapat mengatasi perasaan putus asa. Ketidaksempurnaan, kehilangan atau kerugian apapun memang dapat mengecilkan hati, kecewa, dan putus asa. Namun dengan senantiasa mensyukuri karunia apapun yang kita terima, ini akan membantu kita lepas dari perasaan putus asa.

“The seeds of discouragement cannot take root in a grateful heart. – Benih-benih keputusasaan tak akan dapat berakar di hati yang penuh rasa syukur,” kata Oel Olsteen, penulis buku Living Your Best Life Now.

Dalam hidup ini kita menerima banyak sekali karunia, berupa sehat, sukses, pintar, anggota tubuh, dan lain sebagainya. Rasa syukur itu akan membantu kita untuk menghargai apapun yang kita miliki. Dengan syukur, segala sesuatu menjadi penuh berkah dan manfaat.

Bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan atas segala karunia-Nya merupakan komponen kunci untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan. Kemampuan tiap orang untuk bersyukur dapat dikembangkan dari waktu ke waktu. Seperti kemampuan lainnya, kemampuan untuk selalu bersyukur berkembang jika dilatih dan dibiasakan terus menerus.

Sebuah cara yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan rasa syukur adalah menuliskan atau mengingat beberapa hal yang Anda syukuri setiap hari. Jurnal rasa syukur ini merupakan cara yang baik untuk memulai rasa syukur yang lebih besar dalam hidup Anda. Contoh hal kecil namun patut disyukuri adalah menikmati cuaca yang baik sehingga bisa jalan-jalan atau beraktifitas dengan lancar, tidak kesulitan mendapatkan makanan dan minuman, tidak kesulitan bernafas dan lain sebagainya. Jika terus dikumpulkan, suatu saat kita akan takjub karena demikian besar karunia Sang Pencipta yang telah kita terima dan nikmati.

Keyakinan dan bekerja sebaik mungkin merupakan bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan YME. Selain itu, wujudkan rasa syukur dengan berdoa dan beribadah. Rasa syukur juga dapat dilakukan dengan berbagi kepada orang lain, berupa ilmu, harta, kemampuan dan lain sebagainya.

Upayakan untuk menghiasi pikiran dan sikap dengan rasa syukur kapanpun dan dimanapun. Hal itu dapat mempengaruhi sikap mental menjadi lebih positif. Dengan begitu Anda perlahan-lahan mulai menarik hal-hal positif ke dalam kehidupan Anda.

Di balik segala sesuatu yang kita keluhkan pasti ada satu hal yang dapat kita syukuri. Bersyukurlah karena pada akhirnya Anda akan dapat melihat lebih banyak hal positif di dalam diri Anda. Beberapa kalimat inspiratif yang saya kutip dari sebuah media online berikut ini mudah-mudahan dapat senantiasa mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur.
  • Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
  • Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu – Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
  • Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu – Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
  • Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.
  • Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
  • Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
  • Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
  • Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu – Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
  • Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.
  • Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu – Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah dengan baik dan penuh rasa syukur. 


Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9555446

    Saturday, December 10, 2011

    Kisah Wujud Cinta Sebenarnya

    Kisah Wujud Cinta Sebenarnya


    Suami saya adalah seorang insinyur. Saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

    Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Namun, semua itu tidak pernah saya dapatkan.

    Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

    Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

    “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

    Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”

    Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

    Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

    Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.

    Saya melanjutkan untuk membacanya.

    “Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.

    Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

    Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.

    Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

    Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.

    Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.

    Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

    Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.

    Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

    Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

    “Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”

    Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

    Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

    Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

    Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. [osserem.blogspot.com]

    Thursday, December 8, 2011

    Kisah Seorang Anak Bisu Yang Sholeh Dengan Ayahnya

    Kisah Seorang Anak Bisu Yang Sholeh Dengan Ayahnya


    Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.

    Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.

    Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya: ”Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya. Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, “Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?” Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu. Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah. Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku. Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah. Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar, lalu ia shalat maghrib di hadapan saya. Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya): “Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45).

    Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya.Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setelah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya, “Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!

    “Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh. Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat),”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).” Saya katakan kepadanya, “Biar kita ke masjid dekat rumah saja.” Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.

    Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut. Dan Marwan selalu memandang saya.Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21).

    Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya.Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, “Sudahlah wahai Abi!” Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, “Kamu jangan cemas.” Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.

    Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.

    Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.

    Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan,”Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?” Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.” Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.” [wajibbaca.com]


    Source. osserem.me

    Kisah Renungan, Seorang Wanita Yang Memesan Tempat di Neraka

    Kisah Renungan, Seorang Wanita 
    Yang Memesan Tempat di Neraka


    Berjilbab Menggoda Iman Semoga Jadi Renungan Bagi Kita Semua.
    Oleh: Mahfudin Arsyad

    Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

    Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

    Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

    Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

    “Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

    Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.

    Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

    Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapimereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

    “Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.
    “Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.
    Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

    Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

    Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

    Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya. Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat.  Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk. Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah. Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.
    Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar, mumpung kesempatan itu masih ada! [wajibbaca.com]

    Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana????
    Wallahu a’lam


    Sumber.niponk.blogspot.com

    Tuesday, December 6, 2011

    Ah Long, Bocah 6 Tahun Yang Hidup Sendiri [Full Pict]

     Ah Long, Bocah 6 Tahun Yang Hidup Sendiri [Full Pict]


    Mungkin yang pernah nonton film ”Cast Away atau I am The Legend” , film yang dibintangi om will smith itu bercerita tentang seorang manusia yang hidup sendiri di dunia dengan ditemani sahabat sejatinya seekor Anjing. kurang lebih hal itu sama dengan dirasakan oleh bocah kecil bernama Ah Long yang hidup sendiri diprovinsi Guangxi, China……bayangkan seorang Bocah!!!!

    Namanya Ah Long , umurnya baru 6 tahun , kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS. Orang orang disekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya.

    Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang selalu setia menemani disampingnya.

    Karena Penyakitnya, orang orang disekitarnya tidak menghiraukannya. Sekolah tidak mau menerimanya, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah long muncul kesekolah dan bermain dengan anak anaknya. Bahkan Dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah long Kecil sakit.

    Berikut Foto Foto Sang Bocah :



    Sumber.http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7204868

    Monday, December 5, 2011

    Kisah Mbah Saimin, Kebal Terhadap Racun Binatang Berbisa

    Kisah Mbah Saimin, Kebal Terhadap Racun Binatang Berbisa


    Ada sedikit kisah unik dari Mbah Saimin. Dia memiliki kekebalan terhadap racun binatang berbisa. Ular atau binatang berbisa yang menggigit atau menyengat pria yang diperkirakan berusia lebih seabad ini akan bernasib buruk.

    "Serius ini, ularnya justru yang mati," kata Samidi (60), salah warga setempat sekaligus pemilik lahan yang ditempati Saimin, pada detiksurabaya.com, Jumat (29/4/2011).

    Samidi mengaku tidak tahu kenapa hewan berbisa itu mati setelah menggigit Mbah Samin. "Digigit anjing liar juga tidak apa-apa. Tuhan memang maha adil," ujarnya.

    Mbah Saimin adalah pria cacat fisik dan tinggal dibekas bangunan kamar mandi. Meski begitu, Mbah Saimin, warga Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi ini tetap tegar dengan kehiudpan yang ia jalani.

    Dia tidak pernah pernah memelas atau mengemis untuk memenuhi rasa laparnya. Mbah Saimin akan makan bila ada kiriman nasi dari warga atau Samidi.
    Mbah Saimin rela mengganjal rasa lapar dengan air. Uniknya, Saimin tak memilih air. Air diwadah kotor pun tak segan ia minum. Seperti air bekas untuk mencucui piring, atau air yang ditampung di botolnya yang dipenuhi lumut.

    Saimin, lanjut Samidi, juga memiliki keunikan lainnya. Di waktu malam, Saimin kerap nembang Jawa (macopat), bercerita layaknya dalang wayang kulit hingga hari menjelang pagi. Seolah menikmati dan ingin mengusir rasa sepi yang menyergapnya.

    Lantas apa sebenarnya alasan Saimin memilih hidup dibekas kamar mandi rumah majikannya sejak delapan tahun silam ini? Kakek yang mengaku pernah dipaksa oleh Jepang untuk menjadi tentara PETA ini, menjawab dengan singkat.

    "Wes kadung mancep jeru ning kene (Sudah terlanjur lama disini)," jawab Mbah Saimin singkat, dengan bahasa Jawa.
    Tak terbayang bagaimana rasanya hidup sebatang kara, cacat fisik dan tinggal dibekas bangunan kamar mandi. Namun itulah yang dijalani Mbah Saimin, warga Dusun Kaliboyo, Desa Keradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi.

    Prihatin sekaligus menyedihkan, melihat Mbah Saimin menjalani kehidupannya. Gubuk tempat tinggalnya terletak di tengah ladang milik warga setempat. Karena bekas kamar mandi, di dalamnya terdapat bak penampung air sedalam setengah meter.

    Bak tersebut dimanfaatkan oleh pemilik lahan untuk menyimpan alat-alat pertanian. Hanya ada lantai selebar badan orang dewasa sebagai ruang. Lantai itulah yang dimanfaatkan Mbah Saimin untuk melepas lelah setelah beraktifitas.

    Itupun, kakek yang usianya diperkirakan lebih seabad ini, harus berbagi dengan tumpukan karung pupuk bekas.
    Dikala hari mulai berganti, Mbah Saimin hanya berteman dengan gelapnya malam. Digubuknya tak ada listrik atau sekedar lampu tempel sebagai penerangan. Jika hujan turun, air akan masuk melalui celah-celah atap genteng yang lapuk.

    Secara materi tak satu pun harta benda berharga yang ada. Hanya beberapa lembar pakaian yang sudah kumal dan kusam. Rata-rata sudah sobek. Celana yang dipakainya pun tak pernah berganti. Sepertinya celana itu memang satu-satunya yang dimiliki.

    Hartanya yang paling berharga hanyalah ingatannya yang masih kuat. Serta tubuhnya yang menurut warga memiliki imunitas yang luar biasa. Banyak warga bercerita, Saimin tak pernah terlihat mengalami sakit. Walau polda hidupnya diluar kebiasaan orang pada umumnya.

    "Alhamdulillah ia tidak pernah sakit, meski hidup seperti itu," jelas Samidi (60), salah warga setempat sekaligus pemilik lahan yang ditempati Saimin, pada detiksurabaya.com, Jumat (29/4/2011).

    Gubuk tempat tinggal Saimin itu awalnya adalah kamar mandi dari rumah warga bernama Dugel. Dugel seorang tuan tanah kaya di Desanya. Saimin salah seorang yang bekerja padanya. Setelah Dugel meninggal, Saimin tetap setia bekerja pada ahli warisnya. Bahkan kesetiaan itu berlanjut hingga empat generasi. Samidi, pemilik lahan yang ditempati Saimin, adalah generasi keempat (satu-satunya) itu. Karena termakan usia dan pertimbangan keselamatan juga, akhirnya rumah tersebut dibongkar oleh Samidi.

    Selanjutnya tanah yang ada disulap menjadi ladang pertanian. Ditanami berbagai tanaman, mulai jeruk, pepaya dan sayuran. Sebelumnya, Saimin oleh Samidi saat itu diajak tinggal bersama di rumah barunya. Namun Mbah Saimin menolak secara halus.

    "Sebetulnya saya kasihan sama dia. Nanti dikira sama orang saya yang tidak tahu diri. Padahal tidak. Tapi bagaimana lagi? Lah wong dia-nya tidak mau, dipaksa juga tambah nesu (marah,red)," ucap Samidi yang menyebut pribadi Saimin sosok yang misterius.

    Sepanjang hari Saimin menghabiskan waktunya untuk mengurus ladang. Kulit keriputnya terlihat gosong terbakar matahari. Ia mencabuti rumput liar dari petak satu ke petak lainnya. Berpindah dengan berjalan bertumpu pada kedua telapak tangannya.

    Kedua kakinya tak lagi berfungsi secara normal. Terutama kaki kanannya, yang cacat permanen akibat terjatuh. Atau dengan kata lain (maaf) Mbah Soimin berjalan ngesot untuk mobilitasnya. Semisal saat akan mandi disungai yang berjarak sekitar 30 meter utara rumahnya. Meski begitu, selama masih dapat dilakukannya, Mbah Soimin tak akan meminta bantuan orang lain. [surabaya.detik..com]

    Sunday, December 4, 2011

    Seorang Ayah Memang Tidak Sempurna, Tapi Akan Mencintai Anaknya Dengan Sempurna

    Seorang Ayah Memang Tidak Sempurna, 
    Tapi Akan Mencintai Anaknya Dengan Sempurna


    Video ini hanyalah Iklan Sebuah Asuransi di Thailand, tapi ni iklan nyentuh banget. Malah iklan ini lebih bagus dari pada film film seronoknya Indonesia.

    Ini versi rangkumannya...
    Ayahnya memang mempunyai kekurangan yaitu bisu, tapi dia menyanyangi anak dengan tulus. namun sang anak justru malu dengan keadaan ayahnya ini. Hingga menjadi ejekan teman² sekelasnya karena mempunyai seorang ayah yang cacat. Sang anak pun putus asa dan mencoba untuk bunuh diri saat hari ulang tahunnya. Sampai pada keadaan dimana anaknya terluka karena mencoba untuk bunuh diri, sang ayah rela mengorbankan dirinya untuk berusaha menyelamatkan anaknya...

    Menyentuh gan...
    Tapi ane untungnya gak sampai nagis...
    he.. he..


    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10953820

    Kisah Terry Holdbrooks, Seorang Mualaf Penjaga Penjara Guantanamo

    Kisah Terry Holdbrooks, 
    Seorang Mualaf Penjaga Penjara Guantanamo


    Masjidil Haram di Makkah adalah jarak yang sangat jauh, jika disandingkan dengan Kamp Delta milik Angkatan Laut AS, yang terkenal sebagai pusat tahanan di pangkalan di Teluk Guantanamo. Tetapi, menjadi dekat ketika hati sudah berniat. Begitulah yang dirasakan mantan penjaga penjara Guantanamo, Terry Holdbrooks.

    Terry, sekarang dikenal sebagai Mustafa, memeluk Islam pada tahun 2003. Berita dia bersyahadat segera menyebar di kalangan para prajurit di Guantanamo, apalagi tugasnya saat itu adalah mengawasi tahanan terorisme.

    Namun ia bertekad menghadapi segala risiko, dan tak akan berbalik ke belakang, mengingkari syahadatnya. Ia diberhentikan tak lama kemudian.

    Darimana Terry menerima cahaya Islam? Seorang tahanan dari Maroko, andil memberikan pengetahuan keislaman padanya. Sebelumnya, ia telah terpesona pada peran Morgan Freeman memainkan karakter Muslim di film Robin Hood: Prince of Thieves. Meski bukan cerita utama, namun Muslim dalam film itu tergambar secara semestinya.

    Interaksi dengan para tahanan mendorongnya untuk melihat Islam lebih dalam dan mempelajarinya untuk dirinya sendiri. "Semakin banyak membaca semakin saya yakin akan kebenaran Islam," akunya.

    Sebagai anggota militer, ia tak merasa berat dengan ajaran disiplin dalam Islam. "Aku menikmati militer, dan aku menikmati Islam; keduanya memerlukan kedisiplinan."

    Berhenti dari sipir penjara, ia menangani urusan sipil. Tak masalah baginya. Yang jadi masalah: ia ingin segera bertamu ke Tanah Suci, berhaji atau berumrah. Namun jarak dan biaya tidaklah sedikit.

    Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari, ia mendapatkan surat dari Canadian Dawah Association (CDA). Isinya: undangan untuk menunaikan umrah.

    Ia diundang oleh Shazaad Muhammad, presiden dan pendiri Kanada dakwah Association (CDA), untuk melakukan ibadah haji kecil, umrah. Dia terlonjak girang. "Kegiatan ini terinspirasi oleh Nabi Muhammad SAW yang mengirimkan undangan kepada para pemimpin daerah dan mengundang mereka untuk memeluk Islam," kata Shazaad Mohammed, pimpinan CDA Celebrity Relations Program, yang juga Duta Besar PBB.

    Terry tak menyia-nyiakan kesempatan. Ketika izin atasan sudah di tangan, ia segera berangkat.

    "Ketika saya pertama kali melihat Mekah dan melihat Ka'bah, saya sedikit terkejut," katanya. "Saya terpesona dan menyadari bahwa ini adalah pusat dunia saya sekarang. Mungkin bukan pusat dunia semua orang, tetapi itu adalah pusat dunia saya. Saya ingin hidup berguna dalam Islam."

    Selama kunjungannya ke Tanah Suci, ia bertemu dengan Sheikh Faisal Al-Ghazzawi, salah satu imam Masjidil Haram. Ia mengungkapkan kegembiraannya menerima nasihat cara menjaga iman dari sang imam.

    Ia juga mengunjungi pabrik kiswah, penutup Ka'bah di Makkah dan mendapat kehormatan meletakkan beberapa jahitan di kiswah baru yang akan ditempatkan di Ka'bah di musim haji pada akhir tahun ini. Hanya sepekan dia di sana dan "Waktu terlalu singkat. Saya ingin tinggal lebih lama," ujarnya, yang mengaku nyaman berdoa di Makkah dan Madinah.

    Pulang umrah, ia menemukan batinnya makin kaya. "Batin saya seperti diremajakan kembali," ujarnya.




    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9915309

    Saturday, December 3, 2011

    Kisah Inspiratif, Berikanlah Dan Lupakanlah

    Kisah Inspiratif, Berikanlah Dan Lupakanlah



    ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥♥

    Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia sangat membutuhkan dokter segera. Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.'' Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang. ''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat seperti ini?''

    <-----------------# # # # #---------------- >

    Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain. Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang, Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual, Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah konsep ''memberi sebelum meminta'' yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka. Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan bantuan dan keperdulian kepada orang lain.

    Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti kembali kepada Anda.

    Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan perbuatan baiknya langsung dari orang yang ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal itu, Anda justru membuat bantuan tersebut menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen ''Ada Udang Di Balik Batu.'' Anda tak ikhlas dan tak tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan menghasilkan kecurigaan.

    Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya. Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling dalam. Jangan pernah memikirkan imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda. Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang sejati.

    Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang pertama kita sebut sebagai orang yang egois. Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti dibenci dimana pun-ia berada.

    Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang lain. Mereka membuat orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain, banyak orang yang akan menghormati dan membantu Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat baik pada diri Anda sendiri.

    Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ? Ini pun sebenarnya adalah tindakan ''mementingkan diri sendiri dengan cara mementingkan orang lain.'' Anda mungkin tak setuju dan mengatakan, ''Bukankah saya tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali tidak mendapatkan apa-apa? Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal ini.

    Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka tak sadar bahwa mereka sedang merusak diri mereka sendiri.

    Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia. Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati kemenangan kita dalam jangka panjang. Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja.

    ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥ ♥♥♥♥♥


    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7875732

    Qian Hongyan, Gadis Cacat Yang Penuh Semangat

    Qian Hongyan, Gadis Cacat Yang Penuh Semangat


    Ujian yang mahaberat, jika disikapi dengan pikiran terbuka dan jiwa yang lapang, bisa mengobarkan semangat perjuangan yang tak gampang padam. Dan, semangat itulah yang dikobarkan seorang bocah bernama Qian Hongyan.

    Kita memang kadang perlu belajar dari seorang bocah. Jika kita ingat kembali, semangat sebagai anak-anak sangat kuat untuk menerjang semua halangan dan tantangan. Satu contoh nyata adalah saat kita belajar berjalan. Meski jatuh berkali-kali, sebagai seorang bocah kita tentunya terus berusaha hingga benar-benar bisa berjalan seperti saat ini.
    Dan, semangat ala bocah inilah yang-barangkali-mampu menjadi "bara api" yang terus menyala di tengah gelap dan kerasnya ujian bagi sesosok anak berusia belasan dari negeri China, Qian Hongyan. Ujian yang menimpa Qian memang sangat berat. Betapa tidak, di usianya yang masih sangat dini-tiga tahun (tepatnya pada bulan Oktober 2000)-ia mengalami kecelakaan fatal yang mengakibatkan separuh tubuhnya hingga batas pinggang harus diamputasi.

    Kondisi itu diperparah lagi dengan keadaan ekonomi orangtua Qian yang tidak berkecukupan. Karena itu, keluarga gadis cilik yang tinggal di Zhuangxia, China itu tak mampu memberikan kaki palsu untuk Qian. Sebagai gantinya, keluarga tersebut menyangga tubuh Qian dengan potongan bola basket. Sebuah solusi yang jauh dari kata nyaman, seperti kaki-kaki palsu lainnya.
     
    Namun, meski tumbuh dengan keterbatasan, Qian membuktikan bahwa dunia belumlah tamat bagi dirinya. Ia tumbuh menjadi gadis yang periang dan murah senyum-seolah-olah tak terjadi suatu apa pun dalam dirinya. Dengan memantulkan bola basket di bagian bawah tubuhnya, dan dibantu penyangga untuk membantunya bergerak, Qian tetap bisa menjadi bocah lincah layaknya kebanyakan anak normal.

    Bersiap Mendunia
    Dengan kekurangan di tubuhnya, Qian pantang berputus asa, meski ia belum tahu bagaimana masa depannya kelak serta bagaimana ia bisa mengubah hidupnya dengan kondisinya saat itu. Hingga, suatu ketika ia mendatangi sebuah pertandingan olahraga nasional yang diselenggarakan di Kunming pada bulan Mei 2007. Di sana, benih yang menumbuhkan cita-citanya bertumbuh.

    Saat itu, Qian setiap hari menyaksikan perjuangan beberapa atlet cacat yang ikut menyemarakkan pertandingan. Melihat perjuangan rekan senasib yang bertubuh cacat, hati Qian pun tergerak. Jika orang lain mampu berprestasi di bidang olahraga meski dengan tubuh cacat, mengapa dia tidak melakukan hal yang sama? Pikiran itulah meletupkan cita-cita Qian Hongyan untukikut menjadi seorang atlet.
    Maka, selepas acara olahraga nasional tersebut, tekad Qian segera diwujudkan dengan bergabung di sebuah klub renang khusus. Tekad itu didukung sepenuhnya oleh orangtua Qian. Maka, mereka pun mendatangi Zhang Honghu, seorang pelatih yang terkenal banyak menjadikan perenang cacat sebagai juara di kejuaraan renang. Qian meminta kesempatan kepada Zhang untuk dilatih menjadi seorang seorang juara.

    Zhang yang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin hanya mengatakan bahwa semua tergantung pada kemauan dan tekad Qian. Sebab, menurutnya, dengan kekurangan separuh tubuh yang tak dimilikinya, agak sulit bagi Qian untuk berenang dengan hanya mengandalkan kedua lengannya. Tetapi, tekad sangat kuat Qian rupanya berhasil memikat Zhang. Maka, ia pun memberikan porsi latihan khusus bagi Qian agar lebih mampu menyeimbangkan kedua bahu dan lengannya.

    Kepercayaan Zhang pun dijawab dengan kesungguhan Qian. Dengan porsi latihan cukup berat, apalagi dengan kesulitan yang dialami sejak awal latihan, Qian tak pernah sekali pun mengeluh. Baginya, impian untuk menjadi atlet adalah cita-cita yang tak boleh padam. Dalam sehari, setidaknya jarak 2000 meter ditempuh Qian di arena air untuk melatih otot-ototnya. Selain itu, latihan lain seperti sit-up, mengangkat beban, hingga berbagai jenis latihan dilakukannya dengan bersemangat.
    Semangat inilah yang membuat Qian kini dikenal di seantero China dan bahkan dunia. Kisah hidup dan tekad kuatnya telah menginspirasi banyak orang agar mampu mendobrak segala keterbatasan. Kisah Qian banyak dimuat di berbagai media baik cetak maupun online sehingga mengangkat namanya. Kini, ia ingin mendunia denganusahanya mewakili China pada tahun 2012 pada kejuaraan renang di olimpiade khusus orang cacat. Tak tanggung-tanggung, Qian mematok target menjadi juara dunia renang pada kejuaraan olimpiade tersebut. Dia bekerja keras untuk mewujudkan impiannya tersebut. Jika melihat kesungguhan dan tekadnya, sepertinya impian itu tak mustahil untuk dicapai. Sebab, sejatinya kesungguhan dan tekad kuat yang dilandasi kerja keras akan mampu menaklukkan segala tantangan.
    Jika Qian saja mampu, bagaimana dengan kita?


    Sumber.www.osserem.me

    Wednesday, November 30, 2011

    Jangan Menangis Saat Kau Kalah

    Jangan Menangis Saat Kau Kalah


    Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

    Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

    Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

    Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

    Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa.

    Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". Dor!!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

    "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."

    Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

    "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?" Mark terdiam.

    "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
    Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."

    Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

    Anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
    Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
    Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.

    Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya.
    Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
    Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua.

    Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

    Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdo'a pada Tuhan
    untuk mengabulkan setiap permintaan kita.
    Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu,
    menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian.

    Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan,
    untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata.
    Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,
    tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat.

    Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini.
    Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?
    Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat,
    bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah.



     Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10411739

    Inilah 4 Tipe Orang Yang Sulit Dalam Pergaulan

    Inilah 4 Tipe Orang Yang Sulit Dalam Pergaulan


    Sejak jaman dulu manusia sudah dikelompokan menurut temperamen atau tipe kepribadian. 4 (empat) Temperamen yang hingga saat ini masih akurat dan berguna.
    Kenapa ini penting..?? Penting karena agan muda bisa cepat mendetaksi dan beradaptasi dengan orang tipe tertentu, sehingga tercipta relasi yang lebih menyenangkan.

    Setiap agan menjalin hubungan dengan siapapun, baik itu orang yang baru ataupun yang sudah lama dikenal, tentu agan muda akan menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Mungkin agan mudah bergaul dengan orang tersebut atau mungkin agan selalu mengalami benturan dan terkadang sulit menghadapinya.

    Oleh sebab itu TS mau berbagi ilmu tentang 4 tipe kepribadian orang yang sulit :


    1. TIPE ULTRADRIVER
    Tipe ini digambarkan sebagai tukang paksa, sang juara, sang pemenang atau sejenis lainnya. Makanya orang tipe ini layak disebut "ULTRADRIVER". Mereka sang "ULTRADRIVER" menganggap Kawannya sebagai sebuah hierarki untuk sebagai alat untuk menuju kepuncak kekuasaannya. Meskipun usaha si "ULTRADRIVER" belum tercapai, tetapi dengan segala usahanya atau memaksa kehendaknya agar usahanya tercapai. Minimal membuat agan menjadi tersiksa, dimanfaatkan dan menyalip disetiap kesempatan.

    Apapun gendernya, beberapa orang menganggap kehidupan sebagai permainan KALAH-MENANG : agar aku mendapat, kamu harus kehilangan !!! jadi untuk teman kita yang bersifat ULTRADRIVER bukan WIN-WIN solution yang dikedepankan tetapi I WIN- YOU LOOSER !. Dan selalu meng-intimidasi siapa saja termasuk teman-temannya.

    Memang sulit menghadapi orang si "ULTRADRIVER" untuk menjadikan hubungan pertemanan atau organisasi kearah yang lebih harmonis, khususnya jika agan di dalam suatu organisasi menjadi salah satu anggota-nya si orang "ULTRADRIVER" ini. Dia akan menganggap agan selalu lebih rendah daripada dirinya, dan dengan kedudukannya maka dengan mudah dia meng-intimidasi siapa saja.

    Lalu apa yang mesti kita lakukan ?? :
    Ketahui bahwa pola perilaku "ULTRADRIVER" didasarkan kepada kebutuhan akan ego. orang-orang semacam ini secara diam-diam merasa dirinya lebih rendah dibandingkan dengan orang lain, meskipun sesungguhnya orang lain sangat percaya terhadap superioritas si "ULTRADRIVER". Tapi yang terpenting adalah tugas agan mencari kebutuhan ego si "ULTRADRIVER". Andaikan agan sudah menemukan kebutuhan ego-nya, maka tidak terlalu sulit untuk bisa mendapatkan hubungan yang lebih harmonis lagi, mungkin saja bahakan rekan agan yang "ULTRADRIVER" ini akan berterimakasih. Kelihatannya mudah sekali ya..?? tidak juga gan ! Itu semua tergantung Agan yang melawan ego Agan sendiri..mau atau tidak !!! contoh kebutuhan ego adalah diakui keberhasilannya, menghargai disetiap keputusannya (tapi hati2x gan harus TULUS bukan menjilat ya!!)


    2. TIPE SECRET AGENT
    Ini adalah lawan dari si "ULTRADRIVER", jadi bukan orang yang pemalu dan selalu bersembunyi dibawah meja, Bukan gan !!, tetapi lawannya Adalah si "SECRET AGENT". Orang yang bertipe "SECRET AGENT" adalah sekelompok orang yang punya banyak memiliki kebutuhan ego-nya layaknya seperti si "ULTRADRIVER" namun si "SECRET AGENT" mainnya lebih halus dan tidak kentara. Inilah kepribadian yang ingin naik populer/karir secara diam-diam. Si "SECRET AGENT" mahir berpolitik di lingkungan sekolah/kampus/organisasi, dan mereka cenderung Galak untuk mencapai tujuan tertentu.

    Untuk memperoleh kepercayaan mereka, agan harus menunjukan secara jelas bahwa agan tidak bermaksud untuk mengecilkan apa yang mereka kerjakan (si "SECRET AGENT"). Dan ini sangat berbeda dengan si "ULTRADRIVER" yang ingin dipuji dan diakui. Jadi untuk si "SECRET AGENT" agan hanya perlu untuk menyakini mereka bahwa agan berpikir positif tentang mereka dengan tanpa memuji sekalipun. Ingat ya gan, bagi si "SECRET AGENT" lingkungan yang negatif artinya mengganggu wilayah kekuasaan mereka.

    Jika sang "ULTRADRIVER" vs sang "SECRET AGENT" bertemu, terbayang betapa cerewetnya si "ULTRADRIVER" untuk mengungkapkan sesuatu dan ini berbanding terbalik dengan sang "SECRET AGENT" yang tampil lebih banyak diam, mereka lebih sering menahan informasi untuk memaksimalkan perasaan bahwa mereka penting.

    Oleh karena itu, cara untuk membina hubungan yang harmonis dengan seorang "SECRET AGENT" adalah dengan menarik mereka keluar, memperoleh cukup kepercayaan sehingga mereka mau keluar dari sikap mereka yang penuh dengan rahasia. Jadi pendekatan yang baik adalah agan sering bertanya sebanyak mungkin, tetapi tetap agan harus menunjukan bahwa tidak agenda tersembunyi dibalik pendekatan ini yang bertujuan untuk merugikan dirinya (tanam kesan positif)

    Uniknya tipe "SECRET AGENT" jarang mecapai puncak di Organisasi atau istilihnya menjadi leader. Sang "ULTRADRIVER"-lah yang menjadi leader-nya. Faktanya si "SECRET AGENT" tidak punya ambisi atau keinginan untuk mencapai puncak pimpinan suatu organisasi, mereka lebih senang main dibelakang layar. Dan Hebatnya sang "SECRET AGENT" bisa memimpin atau menjalankan kekuasaan walaupun tanpa sorotan publik atau pusat perhatian orang lain. Jadi agan engga usah sungkan jika agan perlu dukungannya untuk mencapai tujuan agan, agar mereka bisa membantu agan dibalik layar.


    3. TIPE EAGER BEAVER
    Tadi kita sudah membahas sang "ULTRADRIVER" dan sang "SECRET AGENT". intinya sederhana saja, agan perlu cepat beradaptasi dengan situasinya atau cepat menyesuaikan diri jika ingin mendapatkan hubungan yang harmonis. Nah sekarang kita akan menyelidiki sang "EAGER BEAVER" atau si "RAJIN" . Orang tipe ini sepertinya tampak menyenangkan dan patuh. Agan perlu trik untuk menghadapi tipe si "EAGER BEAVER" ini.

    Biasanya sang "EAGER BEAVER" ini adalah orang baru yang ada di suatu organisasi atau di tempat pekerjaan. Mereka adalah sekumpulan orang yang tidak sabar untuk bisa dengan cepat menyerap budaya organisasi/sekolah/kampus/kantor. Si "EAGER BEAVER" mempunyai rasa kagum kepada orang lain tanpa perlu menyembunyikannya, pokoknya begitu menyenangkan. seandainya agan mendapat pujian dari sang "EAGER BEAVER" mungkin agan merasa senang dan tersanjung, tetapi celakanya mereka kurang mendapat perhatian dari orang lain. apakah agan tidak memperdulikan hal yang demikian..??

    Akan tetapi dari perspektif pertemanan, yang paling baik adalah mengakui kelebihan dan kekurangan sang "EAGER BEAVER". Mereka punya banyak Energi, Cerdas, Semangat, mau bekerjasama sehingga menciptakan sinergi yang baik dalam organisasi. Berikut yang perlu diperhatikan, tak satu orangpun akan selama-lamanya menjadi sang "EAGER BEAVER" . Jika agan memperlakukan si "EAGER BEAVER" dengan sangat buruk, maka mereka akan hancur berkeping-keping. Mereka akan berubah drastis, yang tadinya PD dan bergairah akan berubah menjadi pribadi yang terluka, tertekan, dan hampir merasa menjadi orang yang tak berguna.

    Semua tergantung dari agan, bagaimana bisa memahami mereka dan cara agan menggunakan pemahaman mereka lebih baik lagi.


    4. TIPE BURNOUT
    Sesungguhnya, individu dengan tipe si "BURNOUT" banyak sekali ditemui di organisasi/sekolah/kampus/kantor. Jumlah mereka sangat mendominasi dan sangat banyak sehingga perlu penanganan secara khusus agar dapat menjalin hubungan yang lebih harmonis lagi. Mungkin perlu waktu yang cukup lama untuk menghadapi mereka. Inilah tipe-tipe orang yang selalu tampil tertekan/ditekan/disingkirkan di suatu organisasi yang tidak puas dengan kondisi yang ada.

    Sebenarnya si "BURNOUT" ini mempunyai kemampuan dan keahlian yang sangat berharga untuk memperkenalkan budaya organisasi lebih dalam lagi. Maksimal mereka harus mendapatkan sebuah energi baru yang telah lama hilang dan menjadi orang yang benar-benar berguna. Ini semua tergantung Agan , apakah agan mampu membangkitkan orang-orang tersebut agar bersinar lagi dan bermanfaat di dalam organisasi.

    Caranya adalah , jika agan menghadapi si "BURNOUT" ini, yang perlu dihindari adalah sering meng-kritik, menyalahkan dan mungkin meng-hukum. karena orang yang sedang mengalami degradasi antusias tidak dapat dilakukan dengan cara diatas. kenapa kita tidak boleh lakukan..?? karena mereka sudah terlalu terbiasa mendapatkan kritikan, marahan, dsb atau yang paling parah mereka sudah menduga bahkan MENGHARAPKANNYA !!. Jadi itu sangat tidak menolong untuk menghadapi si "BURNOUT".

    Pertama Sang "BURNOUT" akan setuju dengan kritik anda !!! Mungkin saja mereka tidak mengakui dan mengiyakan, tetapi dalam hati, agan baru saja membantu mereka memukuli diri mereka sendiri. Inilah ZONA NYAMAN mereka, dan mereka harus keluar dari zona nyaman tersebut agar dapat berguna bagi siapa saja.

    Obatnya adalah : Dukung mereka, Ucapkan terimakasih, tepuk punggung mereka dan katakan "BAGUS!!" or "WELL DONE", pujilah dengan TULUS bukan BULUS..!!! dan terus menerus tanpa henti melakukannya disetiap moment yang tepat tentunya.



    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8853087

    Monday, November 28, 2011

    Kisah Inspiratif Dari Dr. Howard Kelly

    Kisah Inspiratif Dari Dr. Howard Kelly


    Ada seorang anak lelaki miskin. Ia sangat lapar,tapi tak punya uang. Anak itu memutuskan mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorang gadis muda.

    Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya meminta segelas air tapi Gadis itu tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu.

    "Berapa harga segelas susu ini?" tanya anak lelaki itu.
    "Ibu mengajarkan kami, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami." jawab si gadis muda iŧυ.
    "Aku berterima-kasih dari hati yg paling dalam...!"
    Balas si anak lelaki dan si anak lelaki tsb berusaha untuk mengetahui nama gadis yg telah menolongnya itu .

    Sekian tahun berlalu, Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, suatu ketika dia mengalami sakit kronis, para Dokter di kota kecilnya telah angkat tangan semuanya, lalu ia dibawa ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis , Dokter Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

    Pada saat si Dokter tahu nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh dimata dokter tsb.
    Bergegas ia turun dari kantornya di lantai atas menuju kamar wanita tersebut, dalam balutan baju putih kedokterannya, ia langsung mengenali wanita iŧυ. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu bisa disembuhkan.

    Wanita itu menerima amplop tagihan RS dalam ketakutan , karena ia tahu Ia tak akan mampu membayar, meski dicicil seumur hidup , dengan tangan bergetar, ia membuka amplop itu, & menemukan catatan dipojok atas tagihan...

    "Telah dibayar lunas dengan segelas susu"

    Tertanda,
    Dr. Howard Kelly.

    Wanita itu akhirnya berusaha mengingat-ingat kejadian yg sebenarnya sudah hampir terlupakan , setelah lama mengingat-ingat akhirnya dia menyadari bahwa dokter ini adalah bocah lelaki miskin yg pernah diberinya segelas susu hangat , tentu ia tak mengira kalau pada suatu hari dia diselamatkan berkat segelas susu yg pernah dia berikan sekian tahun yang lalu .

    Siapakah Dr.Howard Kelly?
    Ia tak lain adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tsb.
    Cerita ini disadur dari buku pengalaman Dr.Howard Kelly dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania .
    Dokter Howard Kelly adalah dokter yang sangat dihormati , Pada tahun 1895, ia mendirikan Division of Gynecologic Oncology di John Hopkins University.


    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10883538

    Kisah Inspiratif Pentingnya Keikhlasan Dan Bersyukur

    Kisah Inspiratif Pentingnya Keikhlasan Dan Bersyukur


    Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.

    Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

    Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

    Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"

    Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

    Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
    Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

    Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

    Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"

    Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

    Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

    Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

    Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
    "Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!"

    Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

    Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

    Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!



    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11429784

    Bersyukurlah Atas Kehidupan Kita Saat Ini

    Bersyukurlah Atas Kehidupan Kita Saat Ini


    Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya,”Lihat Bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan,tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan untuk sampai kerumah.”

    Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kepada istrinya,”Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita.”

    Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat,”Lihatlah Bu, betapa bahagia orang yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok.”

    Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dlm hati,”Betapa bahagianya suami istri itu,mereka dgn mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya waktu utk berduaan karena kesibukan masing-masing.”

    Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

    Bersyukurlah senantiasa atas hidup kita, supaya kita tahu dimana kebahagiaan itu berada.



    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11700205

    Sebuah Renungan Untuk Para Wanita (Cewek), Kami Laki-Laki Sebenarnya Tahu

    Sebuah Renungan Untuk Para Wanita (Cewek), 
    Kami Laki-Laki Sebenarnya Tahu


    Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan. dan yang kalian harus tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi! Hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa, dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian.

    Semua! hanya karena kalian...
    Dan ya! kami pun tahu. bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar. Tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan "jadi maunya gimana?". kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami, sungguh! semua hanya karena kalian.

    Kami sebenarnya pun tahu. bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film² korea yang kalian tonton. Kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (*ya kan?). Tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan² kalian, untuk melihat kalian tersenyum, sungguh! semua hanya karena kalian..

    Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata² kami tampan. Ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak! Tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian. dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. sungguh! semua itu hanya karena kalian..

    Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian.

    dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian.. sungguh,semua itu hanya karena kalian..

    Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman² kami. tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian, karena kami ingin mengetahui kabar kalian. Dan tahukah kalian? sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat. Kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian. tidak peduli teman² kami bersorak sorak menggoda kami, sungguh, semua itu hanya karena kalian..

    Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. kadang kami akan bersikap tak peduli.

    Namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata "iya, kamu juga ya..",

    Maka kami benar² tulus mengatakannya... sungguh, semua itu hanya karena kalian...

    Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian.
    dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itu yang menghidupkan hidup kami!
    Sungguh, semua itu hanya karena kalian..

    Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu. Maka kami sungguh tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum. Hanya itu! dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah, jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf.. berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian..

    Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis. Sungguh itu membuat kami bingung setengah mati! maka tolong jangan salahkan kami, ketika kami meminta kalian berhenti menangis. namun kami pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah, kami akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami. maka, kami akan membawa kalian masuk kerumah dan pamit pulang pada ayah ibu kalian. Dan tunggulah, maka kami akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian. atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi.
    Sungguh, itu hanya karena kalian..

    Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup?

    Maka dalam hati kami tertawa. namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman. Kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mata kami kalian tetap paling indah!! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami.
    ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..

    Ketika kalian berkata baik² saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, "ok, kalo ada apa² bilang ya". Karena kami tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar² baik² saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tau lagi.

    Karena kami berharap kalian cukup mempercayai kami untuk menceritakan semuanya.. bukan karena kami memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian...

    Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan "tidak usah" pun, kami akan selalu ada di samping kalian. karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian...

    Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami, setidaknya itu yang kami pikirkan saat itu...

    Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati kami dan meninggalkan kami, kami mungkin akan marah. Tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika kami benar² telah memilih kalian untuk menemani kami, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hati kami sudah kalian tulis menjadi ruangan kalian, maka ketika kami mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu.
    ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian kembali untuk kami.

    Tapi tolong, jangan khianati kami dengan lelaki yang lain! karena itu akan sangat menyakitkan untuk kami! Dan maaf, kami mungkin.. akan meninggalkan kalian selamanya....



    Sumber. http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8062111