Thursday, December 1, 2011

Fakta Angka Kemiskinan Di Indonesia Menurun

Fakta Angka Kemiskinan Di Indonesia Menurun


Kata Pak Be-Ye, angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia itu tinggi. Jumlah orang miskin sudah berkurang. Percaya nggak? Mesti percaya dong. Ini faktor-faktor penyebabnya:

1. Pemerintah kita baik hati dan tidak sombong
Yang penting kebagian. kualitas mah urusan belakangan.
Waktu rakyat miskin kelaparan, pemerintah segera menggelar pembagian beras raskin. Rakyat miskin berkumpul di tempat pembagian beras raskin. Orang yang ngantri sampai ratusan, beras yang dibagiin cuma sedikit. Banyak kutunya, lagi. Seminggu beras habis, rakyat miskin kelaparan lagi. Terus puasa sampe mati.


2. Orang kaya di Indonesia sangat dermawan
Lho? Mbah, jangan semaput dulu. Zakatnya belum dibagiin!
Lebaran tiba, orang-orang kaya bagi-bagi duit. Rakyat miskinnya ada ribuan, kupon zakatnya cuma puluhan. Yang nggak kebagian kupon nekat ikut antri. Rakyat miskin desek-desekan, gencet-gencetan, sebagian tumbang, keinjek-injek, susah napas, mati.


3. Presiden kita seorang musisi handal
Dukung saya jadi vokalis baru Kerispatih!
Didukung artis-artis ternama ibu kota, Pak Be-Ye sukses me-launching albumnya. Para artis bikin promo tour ke berbagai kota (Pak BeYe-nya nggak ikut, sibuk!), manggung gratisan. Rakyat miskin yang kekurangan hiburan terpaksa nonton karena nggak ada hiburan apa-apa lagi. Ternyata lagu-lagunya berisi rayuan gombal. Mendadak jumlah rakyat miskin penderita penyakit hati (bukan liver) meningkat. Rakyat miskin kecewa, lempar kaset SBY ke kepala tetangganya, terjadilah tawuran antar warga yang memakan korban jiwa.


4. Rumah Sakit di Indonesia didesain dengan konsep arsitektur minimalis
Sabar ya mas, bentar lagi juga dipanggil...
Akibatnya, banyak pasien yang mesti dirawat di lorong. Ini berlaku buat rakyat miskin yang nggak sanggup bayar kamar VIP. Waktu lorong udah penuh, yang baru mau masuk terpaksa ditolak. Rakyat miskin dioper-oper ke beberapa rumah sakit, sakitnya tambah parah tapi nggak juga diobatin. Akhirnya mati di jalan.


5. Pemerintah mencanangkan program 
"Memasyarakatkan Olahraga, Mengolahragakan Masyarakat"
Program ini terlaksana berkat kenaikan ongkos transportasi. Rakyat miskin yang biasanya kemana-mana naik angkutan umum, sekarang jalan kaki. Kecapean di jalan, mau beli minum nggak ada duit, tahan haus dan lapar sampai tujuan, di tengah jalan mati dengan kaki melepuh.


6. Pemerintah melindungi aset sumber daya alam Indonesia
Latihan bakar petasan buat tahun baru ya?
(katanya) jumlah minyak di perut bumi semakin menyusut. Makanya, harus diimbangi dengan kenaikan harga BBM. Rakyat miskin yang biasanya isi bensin murni di SPBU, sekarang mesti beli bensin oplosan di kios bensin di pinggir jalan. Bensin dioplos pake bahan berbahaya, mesin rusak, konslet, motor kreditan satu-staunya jadi kebakar di tengah jalan. Rakyat miskin mati kebakar di atas motornya sendiri.


7. Pemerintah Indonesia sangat hemat listrik
Ada yang kebakaran. Ayo kita nebeng bakar jagung!
Listrik mati mulu, kenaikan tarif listrik jalan terus. Rakyat miskin langsung ke warung beli lilin. Rakyat miskin ketiduran, lilin jatuh, rumah kebakaran, rakyat miskin mati kebakar di rumahnya sendiri.


8. Pemerintah mencanangkan program "Back to Nature"
Maksudnya, kita harus menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar. Untuk mendukung program ini, pemerintah bikin aliran PDAM jadi macet, air keluar seminggu sekali, tapi kenaikan tarif jalan terus. Akhirnya, rakyat miskin mandi di sungai, nyuci di sungai, minum pakai air sungai, terus kena malaria, kena muntaber, kena DBD. Rakyat miskin ditolak di rumah sakit, akhirnya mati di jalan.


9. Pemerintah menjunjung tinggi kebersamaan
Karena pemerintah bilang kita harus menjunjung tinggi kebersamaan, maka semua barang adalah milik bersama. Rakyat miskin kelaparan, potong ayam punya tetangga. Rakyat miskin digebukin, muka bonyok, disiram bensin, dibakar massa. Rakyat miskin mati karena mengambil barang milik bersama. Bukan nyolong kan?


10. Pemerintah meningkatkan laju ekspor
Mas, diobral mas... Buat bayar sekolah anak...
Ekspor apa aja, termasuk tenaga kerja. Diiming-imingi gaji besar, rakyat miskin mau aja kerja di luar negeri. Baru nyampe bandara, duitnya abis ditipu sama cukong. Bingung mau pulang kemana, rakyat miskin ditawarin kerja di diskotik. Rakyat miskin kerja di industri prostitusi, nggak sanggup menuhin target dari si "Mami"-nya, rakyat miskin digebukin preman suruhan si "Mami", terus mati di rumah bordil.


Nah, makanya pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tinggi. Jumlah orang kaya sih tetep stabil, cuma orang miskinnya aja yang berkurang gara-gara udah nggak tahan hidup. [rerreadysti.blogspot.com]

Lanjutkan? Lanjutkan, jangan?


Sumber. kolom-inspirasi.blogspot.com

No comments:

Post a Comment